REPOST DARI https://www.facebook.com/photo.php?fbid=521414404612276&set=a.413509975402720.97896.413485782071806&type=1
Kisah Inpiratif Seorang "Professional House Wife",
Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kalian search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan, dia bukan seorang pejuang emansipasi wanita yang mengejar kesetaraan gender lalala itu. Bukan.
Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu, beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like I’m watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban, untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau memilih untuk menikah, menerima lamaran tersebut. Namun sang calon suami mengajukan persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya? Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai cerita ini saja saya sudah gemeteran.
Akhirnya beliaupun menikah. Pernikahan yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di undangan pernikahan mereka pun tidak ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka akan memulai kuliah di universitas kehidupan. Mereka akan belajar dari mana saja. Pasangan ini bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang mereka kejar adalah gelar almarhum dan almarhumah. Subhanallah. Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan mencipta keluarga yang keren?
Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga. Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip dalam parenting adalah merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitupun untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya memberikan alternatif terbaik lalu biarkan anak yang memilih. Ibu Septi memberikan beberapa pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari ilmu kan? Ibu Septi dan keluarga punya prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah, berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak harus punya project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?
Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap lingkungan, punya banyak project peduli lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka, masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla bla banyak lagi. Keren banget. Saat kuliah di tahun pertama ia sempat minta dibiayai orang tua, namun ia berjanji akan menggantinya dengan sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual makanan door to door sambil mengajar anak-anak untuk membiayai kuliahnya.
Ara, anak ke-2. Ia sangat suka minum susu dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia kemudian berternak sapi. Pada usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon turut membangun suatu desa. WOW! Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah kuliah di Singapura menyusul sang kakak.
Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang terbuat dari sampah. Keren!
Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20? :0 Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.
Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini, yaitu:
1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap demokratis kepada mereka adalah suatu keniscayaan
2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan praktek nyata sejak kecil melalui project. Seperti yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya project yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang project tersebut.
3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan “false celebration”.
4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai anak dari orang tuanya yang memang sudah terkenal hebat.
5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!
6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai
7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur. Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di suatu bank dan membangun berbagai bisnis bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama bekerja ia terapkan di bisnisnya.
8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar dengan cara home schooling di mana Ibu sebagai pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber, keluarga ini punya cara belajar yang disebut Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel, membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari selama magang.
9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe. Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti satu cinta
10. Punya kurikulum yang keren, di mana fondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.
11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik utama. Ibu bertindak sebagai ibu, partner, teman, guru, semuanya.
Daaaan masih banyak lagi. Teman-teman yang tertarik bisa kepo twitter ibu @septipw atau gabung dan ikut kuliah online tentang keiburumahtanggaan di ibuprofesional.com.
Hhhhmmm. Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya generasi brilian bangsa. Saya ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi pergi ke kantor sedangkan beliau hanya mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi tampilannya juga harus keren, bahkan punya kartu nama dengan profesi paling mulia: housewife. So, masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please, housewife is the most presticious career for a woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan setiap pilihan punya konsekuensi Jadi apapun kita, semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-anak generasi bangsa.
Setelah mengikuti sesi tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa seminar kepemudaan tidak melulu bahas tentang organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu belajar ilmu parenting untuk bekal dalam mendidik generasi penerus bangsa ini. Bukankah dari keluarga karakter anak itu terbentuk?
Wallahualambisshawab. Semoga ada yang bisa diambil pelajaran. (http://dakwahmedia.com/)
LOGO THE BEST FOOTBALL TEAM
Kamis, 05 September 2013
Senin, 02 September 2013
I will always love you
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am whole again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am fun again
However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am clean again
However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you
You make me feel like I am home again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am whole again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am fun again
However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am clean again
However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you
Sabtu, 17 Agustus 2013
APA BENAR BENAR MERDEKA?
"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak," kata Bung Karno saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963.
Kata2 bung Karno di atas mungkin sedikit menggambarkan keadaan Republik ini sekarang, yang secara tertulis merdeka tapi kenyataannya sama sekali belum merdeka dan lebih parah penjajahannya jika dibandingkan dengan zaman dulu.
Bayangkan saja, sebuah negeri yang sangat amat subur untuk menanam segala jenis tanaman saja harus impor gila2an beras, buah, kedelai,dll. Ini sangatlah memprihatinkan, sebuah negara agraris sampai harus impor beras? ini yang salah siapa? tidak ada yang salah. Kasian para petani kita, mereka kerja keras menanam padi, kedelai, sayur, kenapa pemerintah ini ga membeli dari mereka? kenapa harga lebih mahal dijadikan alasan untuk lebih memilih impor dengan harga yang lebih murah?
Toh itu akan meningkatkan kesejahteraan petani, kenapa harus mengorbankan rakyaknya sendiri? uang negara itu juga untuk rakyat kan?
atau kenapa uang apbn yang banyak itu ga diinvestasikan untuk mengembangkan pertanian kita? toh lahan subur udah ada, SDM melimpah, kenapa malah areal produktif itu dibangun mol2 yang megah, bangunan2 mewah, toh itu hanya untuk kalangan menengah ke atas dan para kaum kapitalis biadab yang ga peduli sama lingkungan.
Bener kata bung Karno, sekarang bangsa ini sudah menjadi bangsa tempe, mereka malu makan gaplek lebih seneng makan bistik biar dikira gaul, terpandang atau apalah itu namanya.
sama sekali mereka tidak punya kebanggaan sebagai Indonesia, baru kalo kebudayaannya dipelajari orang asing ngaku2 marah takut diklaim, terus kemana aja kalian?sibuk belajar seni2 orang barat kampungan? sibuk berlibur ke luar negeri biar dikata keren? di Indonesia jauh lebih banyak tempat indah tersembunyi, seni budaya sangat indah pula.
Ga usah banyak nulis lagi, soalnya bakalan banyak yang bisa ditulis untuk negeri tercinta ini, terutama untuk para manusia2 yang sudah terpengaruh budaya kapitalis, perhatikan sekelilingmu mana barang2 yang asli Indonesia? banyak?
Doaku untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68 "Ya Allah semoga negara ini bisa terbebas dari penjajahan di segala bidang dari bangsa2 kapitalis, dan bisa benar2 menjadi negara yang mandiri dan berdaulat"
YANG TERAKHIR DI TANGGAL 17 INI INGIN KUUCAPKAN SELAMAT TANGGAL 17 YANG KE 9 UNTUK MBAKNYA YANG SELALU PERHATIAN, JAGA KESEHATAN DAN TETAP MERDEKA!! :3
Senin, 29 Juli 2013
AK
Saya selalu membuat badmood orang2 dengan sikap anehku sendiri,
Saat ini hanya bisa menyusahkanmu duhai dek AK, kalau aku yg badmood sih ga pa2, tapi kalau kamu??itu membuatku ga bisa tidur.
Dan membuat bingung mau bilang apa, benar2 susah kalau mesti nyembunyiin yang satu ini, rindu yang membuat diri ini bingung harus melakukan apa.
Andai kamu di sini, tapi aku udah kerasan kok :D
Setiap hari ada bidadari yang selalu menyemangati dengan tulus, membuat diri ini seakan malu dengannya. Aku harus belajar banyak dari dia, terima kasih ya masih sabar menghadapi diri yang ga tau diri ini.
Aku malu harus mengakui ini, aku benar-benar takut kehilangan kasih sayangmu itu..
Saat ini hanya bisa menyusahkanmu duhai dek AK, kalau aku yg badmood sih ga pa2, tapi kalau kamu??itu membuatku ga bisa tidur.
Dan membuat bingung mau bilang apa, benar2 susah kalau mesti nyembunyiin yang satu ini, rindu yang membuat diri ini bingung harus melakukan apa.
Andai kamu di sini, tapi aku udah kerasan kok :D
Setiap hari ada bidadari yang selalu menyemangati dengan tulus, membuat diri ini seakan malu dengannya. Aku harus belajar banyak dari dia, terima kasih ya masih sabar menghadapi diri yang ga tau diri ini.
Aku malu harus mengakui ini, aku benar-benar takut kehilangan kasih sayangmu itu..
Sabtu, 13 Juli 2013
Mbak2 aneh
Waktu itu saya masih seorang anak magang yang setiap malam hanya sendiri di kost, rasanya ya gitu2 aja sih. Kebanyakan waktu hanya buat dota dan futsal. Kalo malem lebih sering ke kantor nonton tipi bareng satpam karena emang sepi ga ada temen. Karena sering onlen kali ya terus tiba2 ada sesosok gaib, eh bukan ding sesosok wanita menyapa ane via fb. Pertama sih ane ga bales soalnya males lg seru2nya maen dota. Tapi esoknya tak bales aja karena bingung mau ngapain, karena ane juga tau sih wanita ini jd gaenak kalo ga dibales. Lama2 kok jadi ngechat tiap hari mbaknya, suka kali yak sama ane pikirku waktu itu,wkwkwkw (siapa jg kali yg suka ama orang malas dan berantakan kayak ane,haha). Yaudah tak balesin terus soalnya kasian si mbaknya kayaknya sih lg sedih, kan dapet pahala tuh ngehibur orang yg lg sedih. Tambah kesini kok malah jadi tambah akrab yak, ane jd rajin bales message nya. Jadi sok2 perhatian gitu,,sejak kapan ane jadi orang perhatian, perasaan udah bertahun2 lalu ane jadi orang cuek bebek sama orang2.
Terus lama2 ane jadi nyari2in tuh mbaknya kalo ga nongol, asemm >.< , bisa2nya ane dibuat kek gini :3
yaudah gitu aja sih,haha, salam yak buat mbaknya itu,
Terus lama2 ane jadi nyari2in tuh mbaknya kalo ga nongol, asemm >.< , bisa2nya ane dibuat kek gini :3
yaudah gitu aja sih,haha, salam yak buat mbaknya itu,
Langganan:
Postingan (Atom)
